Biografi Al-Maghfurllah As-Syaikh K.H. Ahmad Marzuki bin Mirsod

1. Nama Al-Maghfurllah

As-syekh Ahmad Marzuqi bin Ahmad Mirshod bin Hasnum bin Ahmad Mirshod bin Hasnum bin Khotib Sa’ad bin Abdurrohman bin Sulthon yang diberikan gelar dengan “Laksmana Malayang” dari salah seorang sulthon tanah melayu yang berasal dari negeri Fatani Thailand Selatan.

2. Nama Ibundanya

Al-Marhumah Hajjah Fathimah binti Al-Haj Syihabuddin Maghrobi Al-Madura, berasal dari Madura dari keturunan Ishaq yang makamnya di kota Gresik Jawa Timur. Al-Marhum Haji Syihabuddin adalah salah seorang khotib di masjidf Al-Jami’ul Anwar Rawabangke (Rawa Bunga) Jatinegara Jakarta Timur.

3. Masa Kecil Al-Maghfurllah

As-Syekh Ahmad Marzuqi dilahirkan pada malam Ahad waktu Isya tanggal 16 Romadhon 1293 H di Rawabangke (Rawa Bunga) Jatinegara Batavia (Jakarta Timur). Usia 9 tahun ayahanda Al-Marhum berpulang ke Rohmatulloh dan diasuh oleh ibunda tercinta yang sholehah dan taqwa dalam suatu kehidupan rumah tangga yang sangat sederhana. Usia 12 tahun beliau diserahkan kepada sorang ‘alim al-ustadz al-hajj Anwar Rohimahulloh untuk mendapat pendidikan dan pengajaran Al-qur’an dan berbagai disiplin ilmu agama Islam lainnya untuk bekal kehidupannya dimasa yang akan datang. Selanjutnya setelah berusia 16 tahun, untuk memperluas ilmu agamanya, maka ibundanya menyerahkan lagi kepada seorang ‘alaim ulama al-‘allamah al-wali al-‘arifbillah dari silsilah dzurriyah khoyrul bariyyah SAW Sayyid “Utsman bin Muhammad Banahsan Rohimahullohu ta’ala.

4. Pergi belajar ke Makkatul Mukarromah

Karena sayyid ‘Utsman Rohimahullohu ta’ala melihat kegeniusannya serta ingatan yang tajam dalam menghafal, yang dimiliki oleh KH Ahmad Marzuqi sehingga beliau menjadi lain dari murid lainnya, maka beliau dikirim ke Makkatul Mukarromah atas seizing ibundanya untuk berkhidmat menuntut ilmu pada para ‘ulama dan udaba’ yang besar di Mekkah. Kesempatan menuntut ilmu tersebut benar-benar dipergunakan dengan sebaik-baiknya, sehingga, dalam waktu hanya 7 tahun saja beliau telah mencapai segala apa yang dicita-citakannya, yakni menguasai ilmu agama untuk selanjutnya di’amalkan, diajarkan serta dikembangkan.

5. Guru-Guru Al-Maghfurllah

Salah satu factor keberhasilan beliau selain ketekunan, adalah guru-guru beliau ridhwanullohu ta’ala ‘alayhim yang diberkahi, diantaranya adalah :

a) As-Syaikh “Usman Serawak

b) As-Syaikh Muhammad ‘Ali Al-Maliki

c) As-Syaikh Muhammad Amin Sayid Ahmad Ridwan

d) As-Syaikh Hasbulloh Al-Mishro

e) As-Syaikh ‘Umar Sumbawa

f) As-Syaikh Muhammad ‘Umar Syatho

g) As-Syaikh Sayyid Ahmad Zaini Dahlan (Mufti Makkah)

h) Dan ulama-ulama lainnya RHM.

6. Kembali ke Batavia (Jakarta)

Setelah selama 7 tahun beliau mukim di Makkah, kemudian datang sepucuk surat dari Sayyid ‘Utsman yang meminta agar Syaikh Ahmad Marzuqi dapat kembali ke Jakarta, maka pada tahun 1332 H atas pertimbangan dan persetujuan guru-gurunya di Makkah beliau kembali pulang ke Jakarta dengan tugas menggantikan Sayyid ‘Utsman (guru beliau) dalam memberikan pendidikan dan pengajaran kepada murid-muridnya. Tugas yang diamanatkan ini dilaksanakan sebaik-baiknya hingga sampai sayyid ‘Utsman berpulang ke Rohmatulloh.

7. Pindah ke Kampung Muara

Kemudian pada tahun 1340 H beliau melihat keadaan di Rawa Bangke (Rawa Bunga) sudah tidak memungkinkan lagi untuk mengembangkan agama Islam, karena lingkungannya yang sudah rusak. Selanjutnya Syaikh Ahmad Marzuqi segera mengambil suatu keputusan untuk berpindah ke kampong Muara. Disinilah Al-Marhum mengajar dan mengarang kitab-kitab di samping memberikan bimbingan kepda masyarakat. Nama dan pengaruhnya semakin bertambah besar, karena bimbingannya banyak orang-orang kampung memeluk agama Islam dan kembali ke jalan yang diridhoi Allah SWT. Tak hanya itu, para santri dan pelajar banyak berdatangan dari pelosok penjuru untuk menimba ilmu kepada beliau. Sehingga tepat kalau akhirnya kampong tersebut dijuluki “Kampung Muara”, karena disanalah muaranya orang-orang yang menuntut ilmu.

8. Berpulang Ke Rohmatulloh

Pada pagi hari jum’at yang amat sejuk, jam 06.15 WIB tanggal 25 Rajab 1352 H dengan husnul khotimah penuh kebahagiaan syaikh Ahmad Marzuqi rohimahullohu ta’ala kembali berpulang ke pangkuan Allah SWT. Jenazahnya dikebumikan sesudah sholat Ashar yang dihadiri oleh para ‘ulama dari berbagai lapisan masyarakat, yang jumlahnya amat banyak sehingga belum terjadi saat-saat sebelumnya. Acara sholat jenazahnya di imami oleh Sayyid ‘Ali bin Abdurrohman Al-Habsyi (Habib ‘Ali Kwitang). Suatu tanda kebaikannya adalah malam jum’atnya turun hujan yang teramat deras dan siangnya mendung tiada hujan.

Catatan Tambahan :

  • Akhlaqnya : gemar menyambung silaturrohim, menghormati orang yang hina dan yang mulia, mensyukuri yang banyak dan sedikit, pemurah dan tawadhu’, cinta kepada fuqoro’ dan masakin, suka membaca Al-Qur’an dan Dalaailulkhoyrot.
  • Kitab yang beliau katrang :

ü Zahrolbasaatin fibayaanillaili wal barohin (1348 H)

üTamrinulazhan al-ajmiyah fima’rifatitirof minal alfadzil‘arobiyah (1348 H)

ü Miftahulfauzal’abad fi’ilmil fiqhul Muhammada (1350 H)

ü Tuhfaturrohman fibayaniakhlaqi bani akhirzaman

ü Sabilittaqlid

ü Sirojul Mubtadi.

Mudah-mudahan Allah mengasihi serta menempatkan beliau, dan kita semua dalam syurga.

Amiin ya Robbal ‘alamiiin…

Keluarga turunan Guru Marzuki Jakarta umumnya hanya mendata nasab beliau sampai kepada Raja Patani Thailand.. setelah penulis selidiki di antara nasab para Raja Patani Thailand nasab beliau bersambung ke Rasul via fam. AZMATKHAN AL-HUSAINI

Sumber : Keterangan keluarga keturunan Guru Marzuki sampe leluhur beliau ke 5 & Buku Ahlul Bayt (keluarga) Rasulullah SAW & Kesultanan Melayu karya : (Tun) Suzana (Tun) Hj Othman & Hj Muzafaffar Dato Hj Mohammad..

Guru Marzuki / al-Syaikh Ahmad al-Marzûqî (1293 – 1353 H/1876 – 1934 M) BIN
1. Syekh Ahmad al-Mirshad BIN
2. Hasnum BIN
3. Khatib Sa’ad BIN
4. Abdul Rahman al-Batawi BIN
5. Sultan Ahmad Fatani @Sri Malayang @ Laksmana Malayang @ Sultan Muhammad (1774-1785) @ Long Muhammad Raja Pattani merdeka terakhir BIN
6. Raja Bakar, Raja Patani (1771-1774) BIN
7. Long Nuh, Raja Patani (1749-1771) BIN
8. Long Nik Datu Pujud, Patani BIN
9. Wan Daim (Ba Tranh) Raja Champa terakhir dinasti ahlul bayt di Kamboja 1686-1692 BIN
10. Nik Ibrahim (Po Nrop) Raja Champa 1637-1684 BIN
11. Nik Mustafa (Po Rome) Raja Champa 1578-1637 BIN
12. Wan Abul Muzaffar (Saudara Sunan Gunung Jati Azmatkhan satu ayah beda ibu) BIN
13. Sayyid Abdullah @ Wan Bo BIN
14. Sayyid Ali Nurul Alam BIN
15. Sayyid Husein Jamaluddin Akbar BIN
16. Sayyid Ahmad Syah Jalaluddin BIN
17. Sayyid Abdullah AZMATKHAN BIN
18. Sayyid Abdul Malik AZMATKHAN BIN
19. Sayyid Alawi ‘Ammil Faqih BIN
20. Sayyid Muhammad Shahib Mirbath BIN
21. Sayyid Ali Khali Qasam BIN
22. Sayyid Alwi BIN
23. Sayyid Muhammad BIN
24. Sayyid Alwi (Pemukan Asyraf fam. Ba’alawy) BIN
25. Sayyid Ubaidillah BIN
26. Imam Ahmad al-Muhajir BIN
27. Imam Isa Al-Rumi, Al-Bashri BIN
28. Sayyid Muhammad An-Naqib BIN
29. Sayyid Ali Al-Uraidh BIN
30. Imam Ja’far Shadiq BIN
31. Imam Muhammad Al-Baqir BIN
32. Imam Ali Zainal Abidin BIN
33. Imam Husein BIN
34. Sayyidina Ali ra, krw, as + Sayyidah Fathimah Az-Zahra ra, as BINTI
35. Sayyidina Nabi Muhammad SAW

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s